Pengertian, Jenis, Tokoh, dan Unsur Karya Musik Nusantara - JendelaKu

Pengertian, Jenis, Tokoh, dan Unsur Karya Musik Nusantara

Karya Musik Nusantara

- JendelaKu - Halo sahabat semua, pada kesempatan kali ini Admin akan memberikan sebuah materi mengenai Karya Musik Nusantara. Bagi yang ingin lebih tahu mengenai Karya Musik Nusantara bisa disimak materinya di bawah ini.

A. Pengertian Karya Musik Nusantara

Karya musik Nusantara adalah karya musik yang berkembang di seluruh wilayah Indonesia dan merupakan kebiasaan turun temurun yang masih dijalankan dalam masyarakat. Karya musik Nusantara tersebar di seluruh pelosok negeri dan masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda-beda.

B. Jenis Karya Musik Nusantara

Karya musik Nusantara lahir di daerah-daerah yang mempunyai ciri khas masing-masing. Ciri khas tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan sumber penciptaan, alat musik, dan adat istiadat di tiap-tiap daerah. Musik yang terdapat di Nusantara mempunyai fungsi sebagai sarana ritual, hiburan, dan fungsi lainnya bergantung pada waktu, pertunjukkan, kostum, dan instrumen yang digunakan.

Berikut ini beberapa jenis seni musik tradisional yang mempunyai ciri khas dalam hal waktu pertunjukan, kostum, dan instrumen yang digunakan.
  • Musik Gamelan dari daerah Jawa, Sunda, dan Bali.
  • Musik Kromong dari Betawi.
  • Orkes Melayu dari Sumatra.
  • Kesenian Gamelan Monggang dari daerah Tulungagung (Jawa Timur).
  • Kesenian Sintren dari Cirebon.
  • Alat musik tradisional Angklung dari daerah Jawa Barat.
  • Alat musik tradisional Kolintang dari daerah Minahasa.
  • Dan masih banyak yang lainnya.

C.  Tokoh-Tokoh Karya Musik Nusantara

Terciptanya karya musik Nusantara tidak lepas dari peran para seniman musik yang ada di daerah-daerah Nusantara. Para seniman tersebut, antara lain:

a. Ki Narto Sabdo (1925-1985)
Ia mempunyai nama lahir Soenarto, merupakan seorang terkenal dari daerah Klaten, Jawa Tengah. Lakon wayang yang merupakan gubahnya adalah Arjuna Cinoba, Gatot Kaca Wisuda, dan Begawan Sendang. Adapun gending gubahnya yang terkenal adalah Sekar Ngeguwung.

b. Benyamin S. (1939-1995)
Benyamin S. terkenal sebagai pelawak, penyanyi, pemain film, dan pencipta lagu Betawi yang sangat khas. Beberapa buah lagu yang pernah diciptakannya, antara lain Ondel-Ondel, Kompor Meluduk, dan Si Jampang.

c. Daeng Soetigna (1908-1984)
Seniman dari Jawa Barat ini merupakan pencipta angklung. Angklung buatannya tersebut terkenal di daerah Kuningan dengan nama angklung modern atau angklung Pak Daeng.

d. Mang Koko
Seorang tokoh musik dari Bandung yang menciptakan lagu-lagu nasional. Salah satu ciptaannya adalah Pahlawan Bangsa.

e. Udjo Ngalagene
Seniman angklung dari Bandung yang menciptakan empat tangga nada laras pelog madenda, salendro, dan degung.

D. Unsur-Unsur Musik

Untuk mengenal sebuah karya musik, harus mengenal dahulu unsur-unsur musik. Berikut ini adalah unsur-unsur musik.

1. Irama (Ritme)

Ritme menyangkut panjang pendek nada pada melodi. Cepat lambatnya ketukan disebut tempo. Pola irama sebuah lagu dapat dilihat dari setiap kelompok yang mempunyai ketukan kuat atau lemahnya birama.

Beberapa birama adalah sebagai berikut.
  • Birama 2/4, satu birama terdapat 2 ketukan.
  • Birama 3/4, satu birama terdapat 3 ketukan.
  • Birama 4/4, satu birama terdapat 4 ketukan.

2. Nada

Nada adalah bunyi yang dihasilkan getaran alat musik yang dimainkan oleh seseorang. Bunyi sebagai sumber utama musik bersifat alami, sedangkan nada adalah rekayasa atau buatan. Untuk memakai panjang pendek atau tinggi rendah nada digunakan not (notasi), yakni tangga nada pada musik.

Terdapat dua bentuk notasi, notasi angka berupa angka dan notasi balok berupa lambang. Dalam not balok, nada dilambangkan berupa tanda gambar yang dinamakan titik nada (not). Bentuknya bulat telur, terbuka, tertutup, dan ada yang berbendera. Perbedaan bentuk tersebut mempunyai arti dan nilai masing-masing.

Sifat-sifat nada, antara lain:
  • Mempunyai lama bunyi yang disebut panjang nada (durasi).
  • Mempunyai keras lembut yang disebut intensitas nada (dinamika).
  • Berkaitan dengan banyaknya getaran tiap detik (frekuensi) yang disebut tinggi nada (pitch).
  • Mempunyai timbre, yaitu warna nada yang bergantung pada jenis sumber bunyi.

3. Harmonisasi

Harmonisasi adalah sekumpulan nada yang kedengarannya enak didengar apabila bunyi secara bersama-sama. Harmoni dalam musik menunjukkan suatu keselarasan nada atau suara. Satuan terkecil dalam harmoni adalah akor.

Rangkaian dari keselarasan musik dan komposisi musik yang terdiri atas berbagai susunan nada yang beragam. Dengan demikian, kegaraman dan keselarasan akan menciptakan harmonisasi dalam musik.

- Terima Kasih Telah Berkunjung -

Daftar Pustaka:
  • Wulandari, Andini. 2015. Seni Budaya untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 1. Depok: Arya Duta.

Artikel Terkait:

Bagikan:
Buka Komentar
Tutup Komentar

0 Komentar di "Pengertian, Jenis, Tokoh, dan Unsur Karya Musik Nusantara"

Posting Komentar

Peraturan Komentar:

- Dilarang spam.
- Dilarang menaruh link aktif.
- Dilarang berkomentar yang berbau SARA.
- Dilarang mempromosikan suatu barang atau jasa di kolom komentar (mengiklan).
- Jika melanggar peraturan komentar maka komentar akan dihapus.

Terima Kasih