Keselamatan Kerja di Laboratorium - JendelaKu

Keselamatan Kerja di Laboratorium

Keselamatan Kerja di Laboratorium

- JendelaKu - Halo sahabat JendelaKu, pada kesempatan kali ini Admin akan membahas materi yang mengenai Keselamatan Kerja di Laboratorium. Kita akan membahas lebih lanjut tentang Tata Tertib di Laboratorium, Simbol-Simbol Bahan Kimia yang Berbahaya, Cara Menggunakan dan Memperlakukan Alat dan Bahan dengan Benar, dan Pencegahan dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Laboratorium.

Sebelum melakukan kegiatan di laboratorium, hendaknya kita mengetahui terlebih dahulu tata tertib di laboratorium dan mengutamakan keselamatan kerja. Penggunaan alat dan bahan yang ada di laboratorium harus hati-hati, karena banyak alat yang terbuat dari kaca yang mudah pecah dan bahan-bahan kimia yang berbahaya. Alat dan bahan tersebut dapat digunakan secara aman jika kita mengetahui cara menggunakannya. Kita juga sebaiknya memerhatikan gambar atau simbol tentang sifat zat yang dipasang pada label botol atau simbol peringatan lainnya di laboratorium. Untuk lebih jelasnya, pelajari uraian materi berikut dengan benar.

A. Tata Tertib di Laboratorium

Tata tertib selama berada di laboratorium antara lain sebagai berikut.
  • Jangan masuk ke dalam laboratorium tanpa didampingi oleh orang lain atau orang dewasa.
  • Periksa bangku dan meja yang akan kita gunakan, meja harus dalam keadaan bersih, dan tidak ada zat kimia yang tercecer. Jika ada, segera bersihkan dengan lap.
  • Periksa alat-alat praktikum sebelum digunakan dan laporkan kepada laboran jika terdapat alat yang rusak.
  • Gunakan alat-alat praktikum yang bersih dan cucilah setelah selesai dugunakan, kemudia letakkan di tempat semula.
  • Ikutilah petunjuk pengawas ketika melakukan eksperimen.
  • Jangan membawa alat-alat praktikum dan bahan kimia keluar dari laboratorium.
  • Jangan membawa makanan dan minuman ke dalam laboratorium.
  • Laporkan kepada pengawas dengan segera jika terjadi kecelakaan atau cedera.
  • Tutuplah keran air dan matikan pembakar spiritus setelah selesai digunakan.
  • Kita juga harus selalu disiplin.

B. Mengenal Simbol-Simbol Bahan Kimia yang Berbahaya

Tiap-tiap bahan kimia memiliki sifat-sifat yang berbeda, ada yang berbahaya dan ada yang tidak. Untuk membedakannya, bahan-bahan kimia berbahaya diberi simbol-simbol sebagai berikut.

1. Irritant

Irritant

Sifat: Menyebabkan iritasi.

Contoh:
  • Brom.
  • Amonia

Cara memperlakukannya:
  • Hindari kontak langsung dengan kulit.

2. Radioaktif


Radioaktif

Sifat: Radioaktif.

Contoh:
  • Karbon-14.

Cara memperlakukannya:
  • Gunakan bahan ini seminimal mungkin, karena mengandung sinar radioaktif yang dapat mematikan sel tubuh.

3. Explosive


Explosive

Sifat: Mudah meledak.

Contoh:
  • Hidrogen.
  • Kalium.

Cara memperlakukannya:
  • Jangan simpan hidrogen di dalam laboratorium karena akan meledak kalau dinyalakan di udara bebas.
  • Simpan kalium dalam minyak parafin.

4. Flammable


Flammable

Sifat: Mudah terbakar.

Contoh:
  • Alkohol.
  • Natrium.
  • Fosforus. 

Cara memperlakukannya:
  • Simpan alkohol jauh dari api.
  • Simpan natrium dalam minyak tanah.
  • Simpan fosforus dalam air.

5. Toxic


Toxic

Sifat: Beracun.

Contoh:
  • Merkuri.
  • Karbon tetraklorida.

Cara memperlakukannya:
  • Simpan di dalam lemari terkunci.
  • Jangan digunakan kalau tidak dibutuhkan.

6. Corrosive


Corrosive

Sifat: Korosif.

Contoh:
  • Asam klorida.
  • Asam sulfat.

Cara memperlakukannya:
  • Gunakan dengan hati-hati, hindari terkena kulit atau pakaian.

C. Cara Menggunakan dan Memperlakukan Alat dan Bahan dengan Benar

1. Dalam merebus larutan, gunakan tabung reaksi dan penjepit tabung. Mulut tabung reaksi tersebut jangan dihadapkan pada tubuh seseorang.

2. Jangan membakar alkohol secara langsung. Pada saat akan merebus alkohol, masukkan alkohol ke dalam tabung reaksi, kemudian rebuslah air dalam gelas kimia. Masukkan tabung reaksi yang berisi alkohol ke dalam gelas kimia tersebut dan pembakaran alkohol dapat dilaksanakan.

3. Untuk mengambil zat kimia yang berupa zat cair, gunakan pipet.

4. Untuk mengambil zat kimia yang berupa zat padat, gunakan spatula.

5. Berhati-hatilah dengan perangkat percobaan yang menggunakan arus listrik.

6. Penggunaan bahan kimia.
  • Berilah label pada bahan kimia yang disimpan dan baca label bahan kimia dengan teliti untuk memastikan bahan kimia yang digunakan adalah betul.
  • Gunakan pipa kaca apabila akan menuangkan larutan dari satu gelas kimia ke dalam gelas kimia lainnya.
  • Gunakan pipet untuk mengambil larutan yang bersifat korosif.
  • Jangan mencium sembarang gas secara langsung, tetapi kipas-kipaslah gas tersebut ke arah hidung, dan ciumlah secara perlahan-lahan.
  • Jauhkan bahan-bahan yang mudah terbakar dari sumber api.

D. Pencegahan dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Laboratorium

1. Pencegahan

a. Di laboratorium harus tersedia:
  • Kotak PPPK yang berisi obat-obatan.
  • Tabung pemadam kebakaran.
b. Menjauhkan bahan-bahan kimia yang mudah terbakar dari sumber api.
c. Jangan mencium sembarangan gas secara langsung.
d. Berdisiplin dalam bekerja di laboratorium.
e. Mengembalikan alat dan bahan ke tempat semula.

2. Pertolongan Jika Terjadi Kecelakaan di Laboratorium

Apabila terjadi kecelakaan di laboratorium maka harus ada pertolongan pertama sebelum diadakan tindakan selanjutnya.

a. Terbakar
  • Terbakar karena api, penanganannya cukup mendinginkan daerah yang terbakar, dapat digunakan kompres es. Bagian yang terbakar ditutup dengan pembalut kering sebelumnya diolesi dengan krim anti luka bakar. Jika perlu dibawa ke dokter.
  • Terbakar karena asam kuat, hendaknya dicuci dengan larutan basa lemah dan dicuci dengan air sebanyak-banyaknya. Jika terbakar karena basa kuat, hendaknya dicuci dengan larutan asam lemah dan air sebanyak-banyaknya. Jika perlu dibawa ke dokter.
  • Terbakar oleh logam natrium dan kalium, hilangkan logam dari permukaan kulit dan cuci dengan air sebanyak-banyaknya.

b. Kecelakaan pada mata
Benda-benda asing yang masuk atau mengenai mata dianggap sebagai kecelakaan yang berbahaya.
  • Mata terkena bahan kimia, cucilah mata dengan air bersih secara terus-menerus dan segera ke dokter.
  • Mata terkena asam, cucilah dengan air yang banyak, selanjutnya dengan gelas pencuci mata, cucilah mata dengan larutan natrium bikarbonat 1%.
  • Mata terkena basa, cucilah dengan larutan asam bornat 1%.
  • Benda asing dalam mata, jika benda asing masuk ke dalam mata dan sulit dikeluarkan tutuplah mata dengan kapas dan lekas ke dokter.

c. Luka tergores atau teriris
  • Untuk luka-luka kecil, bersihkan luka dengan larutan antiseptik (betadine dan alkohol) dan tutuplah dengan kasa steril.
  • Untuk luka-luka dengan pendarahan, tutuplah luka dengan kapas steril dan tekan sampai pendarahan berhenti, bersihkan luka dengan larutan antiseptik dan tutup dengan kasa steril. Segera dibawa ke dokter.

d. Racun yang masuk ke mulut/tertelan
  • Jika asam masuk ke dalam mulut dan tertelan, minumlah larutan kapur encer dan minum air sebanyak-banyaknya, jika ada minum susu. Lalu segera ke dokter.
  • Jika basa tertelan, beri minum larutan asam cuka, dan air sebanyak-banyaknya, jika ada minum susu. Lalu segera ke dokter.
  • Jika zat racun tertelan, berikanlah obat yang merangsang untuk muntah, atau dapat dirangsang untuk muntah dengan memasukkan jari pada tenggorokan. Berilah susu dan segera ke dokter.

e. Keracunan gas
  • Jika keracunan gas, bawalah penderita ke luar ruangan dan berudara segar, kendorkan pakaiannya. Jika napas berhenti berilah bantuan pernapasan, segera ke dokter.

- Terima Kasih Telah Berkunjung -

Daftar Pustaka:
  • Hasim, Muhammad, dkk. 2014. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII Semester 2. Depok: Arya Duta.

Artikel Terkait:

Bagikan:
Buka Komentar
Tutup Komentar

12 Responses to "Keselamatan Kerja di Laboratorium"

  1. Nice nih, informative gan YOU DO WELL!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, semoga bisa bermanfaat :)

      Hapus
  2. Sangat lengkap beritanya gan,emang keselamatan itu sangat penting gan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, keselamatan memang nomor satu.

      Hapus
  3. Keselamatan kerja dalam laboratorium memang sangat penting gan dan harus di patuhi oleh pekerja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kita jangan sampai meremehkan keselamatan diri kita.

      Hapus
  4. Balasan
    1. Terima kasih, sering-sering kesini ya :)

      Hapus

Peraturan Komentar:

- Dilarang spam.
- Dilarang menaruh link aktif.
- Dilarang berkomentar yang berbau SARA.
- Dilarang mempromosikan suatu barang atau jasa di kolom komentar (mengiklan).
- Jika melanggar peraturan komentar maka komentar akan dihapus.

Terima Kasih